11 January 2016
Sudah sampai dititik ini tapi
melupakan kamu tetap tak mudah, saya mau mengeluh lelah tapi itu pun tak mudah.
Kamu tetap kokoh bercokol didalam ingatan ini. Bukan waktu yang mudah melewati
748 hari memandang kamu dari kejauhan.. ini bukan tentang jarak, bukan
itu..tapi tentang aku hanya aku yang melihat kamu tanpa kamu pernah melihat
aku...
Sepanjang kamu tak dengan yang lain
aku kuat aku bisa menahannya, aku kuat walau kau abaikan selama 748 hari ini.
Tapi nyatanya kamu akhirnya berjalan jauh dengan yang lain. Aku bisa apa ?
ah..bukan nya kamu taak tau tentang aku yang selalu melihat kamu, hanya saja
ini tentang kamu yang menutup mata tak ingin melihatku.
Jelaskan padaku, aku harus
bagaimana sekarang ? harus bagaimana aku setiap mendengar namanya terselip ?
harus bagaimana aku setiap melihat rona merah diwajahmu itu setiap kali ya lagi
lagi namanya terselip... harus bagaimana akubahkan ketika makan bersama pun kau
tak mau memandang mataku..
Kamu, bisakah kamu bayangkan
bagaimana748 hari yang telah terlewatkan ini tapi harus tiba-tiba benar-benar
aku akhiri.. bagaimana aku harus menghapus hari-hari yang aku isi dengan
ingatan tentangmu. Sungguh ini bahkan lebih menyakitkan dibanding kamu yang
selama ini mendiamkan ku...
Kalau saja kamu tau, bahkan ku rela
sepenuh hati melepaskan orang lain demi kamu.. pengorbanan sia-sia selama dua
tahun lebih ini.. Bahkan sekarang bahu mu itu, yaaa bahu yang selalu aku
rindukan.. tak pernah lagi kau beri aku kesempatan untuk bersandar lagi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar