Rabu, 13 Januari 2016

748 hari



11 January 2016
Sudah sampai dititik ini tapi melupakan kamu tetap tak mudah, saya mau mengeluh lelah tapi itu pun tak mudah. Kamu tetap kokoh bercokol didalam ingatan ini. Bukan waktu yang mudah melewati 748 hari memandang kamu dari kejauhan.. ini bukan tentang jarak, bukan itu..tapi tentang aku hanya aku yang melihat kamu tanpa kamu pernah melihat aku...
Sepanjang kamu tak dengan yang lain aku kuat aku bisa menahannya, aku kuat walau kau abaikan selama 748 hari ini. Tapi nyatanya kamu akhirnya berjalan jauh dengan yang lain. Aku bisa apa ? ah..bukan nya kamu taak tau tentang aku yang selalu melihat kamu, hanya saja ini tentang kamu yang menutup mata tak ingin melihatku.
Jelaskan padaku, aku harus bagaimana sekarang ? harus bagaimana aku setiap mendengar namanya terselip ? harus bagaimana aku setiap melihat rona merah diwajahmu itu setiap kali ya lagi lagi namanya terselip... harus bagaimana akubahkan ketika makan bersama pun kau tak mau memandang mataku..
Kamu, bisakah kamu bayangkan bagaimana748 hari yang telah terlewatkan ini tapi harus tiba-tiba benar-benar aku akhiri.. bagaimana aku harus menghapus hari-hari yang aku isi dengan ingatan tentangmu. Sungguh ini bahkan lebih menyakitkan dibanding kamu yang selama ini mendiamkan ku...
Kalau saja kamu tau, bahkan ku rela sepenuh hati melepaskan orang lain demi kamu.. pengorbanan sia-sia selama dua tahun lebih ini.. Bahkan sekarang bahu mu itu, yaaa bahu yang selalu aku rindukan.. tak pernah lagi kau beri aku kesempatan untuk bersandar lagi..