Aku tak pernah menyesali unutk
selalu menjadi bayang yang mengikutimu. Tak Nampak, namun selalu dekat
denganmu. Semenjak menjadi bayangmu, sensasi ini muncul begitu saja tanpa
pernah diminta. Begitu mengejutkan aneh dan aku tak bisa mengartikannya. Dari tujuh
hri dalam seminggu yang ku punya, kau selalu nyaris ada. Tapi aku tetap menjadi
bayangmu, yang selalu dapat memandangmu dalam jarak yang sangat dekat tanpa
satu orang pun yang tau. Aku mengagumi setiap keindahan yang Tuhan ciptakan
tentang kamu. Menikmati setiap detik yang berlalu bersama kamu, menjalani
semuanya denganmu tanpa pernah ada satu pun yang tau, yah aku menikmatinya.
Kehadiranmu yang sebelumnya tak
pernah terduga, bahakan aku sendiri pun tak menyadari sejak kapan jantung ini
mulai berdegup keras bila ada kamu. Sejak kapan setiap kata yang kamu ucapkan
dapat membuat aku tersenyum simpul. Rasanya begitu aneh ketika serpihan yang
menjalar ditubuh ini selalu bergelora, yah tiap ada kamu.
Bila harus bertanya, aku akan
bertanya, sejak kapan kamu mulai menyatu dalam degup kencang jantung ini ?
bagaimana bisa kamu mencuri setiap senyum yang terlampir pada bibir ini.
Hadirmu, sedikit menyembuhkan luka. Ntah, aku pun tak tau mengapa aku begitu
yakin bila hadirmu dapat menyembuhkan luka ku. Bahkan setelah penghianatan dari
teman ku sendiri, aku hampir bertekad untuk lelah membuka hati. Dan aku hampir
ingin menutup diri dari ramai yang selalu bersamaku. Aku ingin membunuh setiap
batin yang menyuruh ku untuk ikhlas
melespaskan. Semua itu karena kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar