Sabtu, 06 Juli 2013

bayang



Aku tak pernah menyesali unutk selalu menjadi bayang yang mengikutimu. Tak Nampak, namun selalu dekat denganmu. Semenjak menjadi bayangmu, sensasi ini muncul begitu saja tanpa pernah diminta. Begitu mengejutkan aneh dan aku tak bisa mengartikannya. Dari tujuh hri dalam seminggu yang ku punya, kau selalu nyaris ada. Tapi aku tetap menjadi bayangmu, yang selalu dapat memandangmu dalam jarak yang sangat dekat tanpa satu orang pun yang tau. Aku mengagumi setiap keindahan yang Tuhan ciptakan tentang kamu. Menikmati setiap detik yang berlalu bersama kamu, menjalani semuanya denganmu tanpa pernah ada satu pun yang tau, yah aku menikmatinya.
Kehadiranmu yang sebelumnya tak pernah terduga, bahakan aku sendiri pun tak menyadari sejak kapan jantung ini mulai berdegup keras bila ada kamu. Sejak kapan setiap kata yang kamu ucapkan dapat membuat aku tersenyum simpul. Rasanya begitu aneh ketika serpihan yang menjalar ditubuh ini selalu bergelora, yah tiap ada kamu.
Bila harus bertanya, aku akan bertanya, sejak kapan kamu mulai menyatu dalam degup kencang jantung ini ? bagaimana bisa kamu mencuri setiap senyum yang terlampir pada bibir ini. Hadirmu, sedikit menyembuhkan luka. Ntah, aku pun tak tau mengapa aku begitu yakin bila hadirmu dapat menyembuhkan luka ku. Bahkan setelah penghianatan dari teman ku sendiri, aku hampir bertekad untuk lelah membuka hati. Dan aku hampir ingin menutup diri dari ramai yang selalu bersamaku. Aku ingin membunuh setiap batin yang menyuruh ku untuk  ikhlas melespaskan.  Semua itu karena kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar